Archive for the ‘Kapita Selekta Kewirausahaan’ Category

  • Date: 2014.04.05 | Category: Kapita Selekta Kewirausahaan | Response: 0

    JIWA WIRAUSAHA : SEBUAH PERUBAHAN MINDSET

    OLEH : AKH.MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si

    RUMUS KUALITAS SDM

    KUALITAS SDM = KNOWLEDGE x SKILL x ATTITUDE

    TOLOK UKUR KEBERHASILAN

    Kecerdasan Intelektual (IQ) berkontribusi 20 % terhadap keberhasilan hidp seseorang, sedang 80 % sisanya ditentukan oleh Faktor lain yang disebut Kecerdasan emosional (EQ)

    (Menurut : Carnigie Melon University, Albert Edward Wiggam, Hasil Survey EQ Inventory & Daniel Goleman- yang terakhir adalah penulis buku Emotional Intelligence)


    KOMPETENSI EQ

    1. Kesadaran diri (self awarenens), meliputi :

    - Kesadaran emosi (emotional self awarenes)

    - Penilaian diri secara teliti (accurate self assessment)

    - Percaya diri (self confidence)

    2. Pengaturan diri (self regulation), meliputi :

    - Pengendalian diri (self control)

    - Sifat dapat dipercaya (trustworthines)

    - Kewaspadaan (conscieniousness)

    - Adaptabilitas (adaptability)

    - Inovasi (innovativeness)

    3. Motivasi diri (self motivation), meliputi :

    - Dorongan berprestasi (achievement drive)

    - Komitmen (commitment)

    - Inisiatif (initiative)

    - Optimisme (optimism)

    4. Kesadaran sosial (social awareness)

    - Empati (emphaty)

    - Orientasi pelayanan (service orientation)

    - Mengembangkan orang lain (developing others)

    - Kemampuan mengatasi keragaman (laveraging diversity)

    - Kesadaran politis (political awareness)

    5, keterampilan sosial (social skill)

    - Pengaruh (influence)

    - Komunikasi (communication)

    - Kepemimpinan (leadership)

    - Katalisator perubahan (change catalyst)

    - Manajemen konflik (conflic management)

    - Membangun relasi (building bonds)

    - Kolaborasi dan kooperasi (collaboration and cooperation)

    - Kemampuan tim (team capabilities)

     

    MENGAPA MEMBELAJARKAN KEWIRAUSAHAAN?

    • Alasan lapangan pekerjaan

    • Alasan daya tahan ekonomi

     

    Kaitan jiwa kewirausahaan dan lapangan pekerjaan

    • Persepsi sempit :

    Lapangan kerja adalah menjadi pegawai negeri, karyawan perusahaan.

    • Persepi luas :

    lapangan kerja adalah semua permasalahan masyarakat sejauh kita dapat menemukan solusinya.

     

    PENGERTIAN

    Enterpreneurship adalah proses penciptaan sesuatu yang baru (kreatif) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi) tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.

     

    Raymond W. Y Kao (1995)

    Pendekatan pemahaman istilah

    • Pendekatan fungsional

    Menekankan peranan wirausaha dalam perekonomian nasional seperti respon strategik atas gejolak ekonomi, kemampuan produksi, kemampuan pemasaran dan sebagainya.

    • Pendekatan pelayanan

    Menekankan sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh individu wirausaha seperti kreatif dan inovatif, N.Ach yang tinggi, ulet dan sebagainya

     

    Empat aspek untuk menjadi wirausahan dalam berbagai bidang

    1. Kewirausahaan melibatkan proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru yang bernilai

    2. Kewirausahaan menuntut curahan waktu dan upaya-upaya

    3. Mengandung berbagai macam resiko tergantung bidangnya, meski pada umumnya resiko keuangan, physic dan sosial.

    4. Mendatangkan reward/imbalan berupa kebebasan, kepuasan dan imbalan finansial

     

    Seorang wirausaha utamanya tidak dimotivasi oleh financial incentive, tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai, disamping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya.

     

    FAKTOR MOTIVASI ENTERPRENEUR MENURUT RUSSELL M KNIGHT (1983) :

    1. The foreign refugee

    2. The corporate refugee

    3. The parental (paternal) refugee

    4. The feminist refugee

    5. The housewife refugee

    6. The society refugee

    7. The educational refugee

     
    SIFAT WIRAUSAHA ADALAH HASIL PROSES BELAJAR (Sarasson : 1969)

    1. Bila seseorang yakin bahwa dia dapat dan mampu mengadopsi cara-cara tingkah laku baru khususnya untuk mengubah kepribadiannya, maka kemungkinan keberhasilannya akan lebih besar.
    2. Bila seseorang mempersepsikan bahwa perubahan yang harus dia lakukan sesuai dengan tuntutan yang wajar dari tujuan yang ia capai, maka perubahan akan mudah terjadi
    3. Bila seseorang dapat secara lebih jelas mendapatkan gambaran langkah2 yang harus dia lakukan untuk mengubah pribadinya, maka perubahan akan mudah terjadi.
    4. Bila seseorang Makin mengalami secara nyata bahwa perubahan yang ia lakukan memang berkaitan langsung dengan pencapaian tujuan, maka makin mudah dia untuk mengubah diri.
    5. Bila seseorang Makin mendapatkan pengalaman nyata bahwa perubahan pribadi membawa keberhasilan, maka makin mudah perubahan terjadi. Perubahan pribadi makin terwujud apabila lingkungan si individu menunjang perubahan tadi.

    TINGKAH LAKU BERKUALITAS DARI WIRAUSAHA

    1. PURPOSEFUL (terarah oleh tujuan)
    2. PERSUASIVE (meyakinkan orang lain)
    3. PERSISTENT (gigih dalam pencapaian bertahap walau sulit—terus menerus)
    4. PRESUMPTUOUS (berani bertindak saat orang lain ragu)
    5. PERCEPTIVE (mengerti kaitan antara pilihan dengan pencapaian tujuan)

    SIFAT WIRAUSAHA

    1. Instrumental (pemanfaatan sgl potensi yang ada)
    2. Prestatif
    3. Luwes dalam bergaul
    4. Kerja keras
    5. Keyakinan diri
    6. Pengambilan resiko
    7. Self control
    8. Inovatif
    9. mandiri

    PERBEDAAN WIRAUSAHA DENGAN MANAJER

    MINDSET WIRAUSAHA McGrath & MacMillan (2000)

    1. Mereka sangat bersemangat dalam melihat/mencari peluang2 baru.
    2. Mereka mengejar peluang dengan disiplin ketat.
    3. Mereka hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang lain yang melelahkan diri dan organisasi mereka.
    4. Mereka fokus pada pelaksanaan.
    5. Mereka mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka.
  • KWU 1 – PENGANTAR KWU

    Date: 2014.04.05 | Category: Kapita Selekta Kewirausahaan | Response: 0

    PENGANTAR UMUM MATA KULIAH KAPITA SELEKTA

    Oleh :

    AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos,M.Si

    MENGAPA ENTREPRENEURSHIP?

    PENGANGGURAN TERDIDIK

    • 740.206 penganggur lulusan Perguruan Tinggi (Feb 2007)

    • Tahun 2005/06 terdapat 323.902 lulusan Perguruan Tinggi.

    • Dalam waktu 6 bulan (8/2006 – 2/2007) penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang (9,88%).

    • Penganggur terdidik setengah menganggur pada Februari 2007 sejumlah 1,4 juta, naik sekitar 26% dibandingkan pada Februari 2006.

    • 39.622 Pelamar Bersaing Jadi PNS DKI. Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta mencatat sebanyak 39.622 pelamar telah melayangkan surat lamaran kerja untuk 950 lowongan yang ditawarkan. Sumber Jawa Pos – 22 Januari 2007

     

    RANGKING INDONESIA DALAM POTENSI SDA :

    • Palm Oil : 1

    • Rubber : 3

    • Copper : 5

    • Nickel : 5

     

    RANGKING KUALITAS SDM INDONESIA

    • Menurut UNDP tentang Human Development Index (HDI) yang dipublikasikan tahun 2000, peringkat indeks pembangunan manusia Indonesia hanya di posisi 109 dari 174 negara anggota PBB. Peringkat ini jauh di bawah negara-negara tetangga,seperti Singapura (41) , Malaysia(42), Brunei Darussalam (43) dan Thailand (44). Bahkan beberapa negara di Afrika-seperti Tunisia (101) dan Afrika Selatan (103)- bahkan rangkin ini berada dibawah Vietnam yang baru saja merdeka.

    • Sedang data (UNDP) pada tahun 2002 SDM Indonesia berada pada posisi 110 dan pada tahun 2003 berada pada posisi 112 dari 175 negara.

    • Menurut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kualitas SDM Indonesia berada pada posisi 117 dari 177 negara.

    • Sedangkan di tingkat ASIA, Indonesia menempati posisi ke- 45 dari 48 negara-negara Asia. Daya saing ekonomi berada pada peringkat ke- 41 serta penguasaan Iptek menempati posisi ke-40

    • Begitu pula pada tahun 1997 World Competitiveness Yearbok menempatkan Indonesia pada urutan ke-39, maka menjelang akhir abad ke-20 posisi Indonesia berada di urutan ke-46 dari 47 negara.

     

    APA SEBAB LEMAHNYA SDM?

    Rendahnya jiwa enterpreneurship, kepemimpinan dan semangat pengembangan diri

     

    3 MASALAH

    • Selama 350 tahun masa penjajahan sebagian besar rakyat Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yg seharusnya dan peluang untuk berwirausaha.

    • Pendidikan kita memiliki orientasi membentuk SDM Pencari Pekerja bukan Pencipta Kerja

    • Pendidikan yang diwajibkan mulai usia 7 tahun padahal 95% dari Perkembangan Otak terjadi pada usia dibawah 7 tahun.

     

    Bagaimana Mengatasi KEMISKINAN & PENGANGGURAN sekaligus Membangun KESEJAHTERAAN dalam satu Generasi.

     

    SIAPAKAH ENTREPRENEUR ITU?

    Siapakah Seorang ENTREPRENEUR itu..? adalah Seorang yang mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi EMAS. DR IR CIPUTRA

     

    SIAPA ENTREPRENEUR?

    The entrepreneur always searches for change, responds to it and exploits it as an opportunity. Peter Drucker

     

    3 CIRI PEMBEDA ENTREPRENEUR

    • Opportunity Creator (Pencipta PELUANG)

    • Innovator

    • Calculated Risk Taker (Pengambil RESIKO)

     

    Masalah dalam pendidikan kewirausahaan :

    • Saat ini kebanyakan generasi muda kita tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha,

    • Anugerah alam raya Indonesia harus bisa dimanfaatkan oleh Bangsa Indonesiamelalui Entrepreneurship.

     

    Apakah Entrepreneur Dapat Dibentuk melalui Pendidikan?

    • 3 L (Lahir, Lingkungan & Latihan)
    • “The entrepreneurial mystique? It’s not magic, it’s not mysterious, and is has nothing to do with the genes. It’s a discipline. And, like any discipline, it can be learned.” (Peter Drucker)
    • Pada tahun 2020 kebanyakan atasan di negara maju adalah “diri sendiri” (Nicholas Negroponte: Being Digital).
    • Pendidikan Kreativitas adalah Dasar ENTREPRENEURSHIP
    • Thinking outside the box – Future job opportunities will focus on creativity and innovation, not rote or repetitive tasks.
    • Caroline Jenner, The Next Generation Survey:
    • “We cannot give them jobs, but we can ensure that they have the core skills and competencies to create them”.

    • Menurut David McClelland, suatu negara untuk menjadi makmur minimum jumlah entrepreneur 2%.

    • Amerika Serikat, tahun 2007 memiliki 11,5% entrepreneur

    • Singapura tahun 2005 jumlah entrepreneur menjadi 7,2 %.

    • Indonesia diperkirakan tahun 2007 hanya 0,18% atau sekitar 400.000 yg seharusnya 4,4 juta.