• Komorg-8 : Teknologi Informasi dalam Komunikasi Organisasi

    Date: 2014.04.05 | Category: Komunikasi Organisasi | Tags:

    TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI

    Oleh Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si

    Tulisan ini disarikan dari mata kuliah Komunikasi Organisasi, yang diasuh oleh penulis pada jurusan ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya.

     

    1. Media memiliki sisi positif sekaligus negatif di dalam pelaksanaan komunikasi organisasi

    2. Mengendalikan sisi negatif perkembangan teknologi informsi melalui pemahaman tingkat selektifitas terhadap penggunaan media dan memaknai setiap pesan sesuai dengan situasi pengirim pesan.

    3. Tingkat selektifitas : ditentukan nlai-nilai budaya, tema & kebutuhan pesan yang ingin disampaikan / didapat

     

    BEBERAPA ASUMSI

    1. Organisasi adalah suatu entitas yang dikonstruksi secara sosial

    2. Anggota organisasi biasanya
    menyampaikan keinginan untuk berinteraksi lebih banyak melalui tatap muka walau membawa risiko bekerja tak efisien (Goldhaber)

    3. Fulk dan Steinfield (1990) menyatakan,”Kenyataannya komunikasi efektif adalah komunikasi yang tujuan intinya memacu penerapan teknologi informasi dalam organisasi”.

     

    UNTUK BAHAN DISKUSI :

    1. Bagaimana bentuk media komunikasi tradisional & modern dlm komunikasi organisasi ?

    2. Implikasi media/teknologi informasi baru bagi komunikasi dalam organisasi :

    3. Pengambilan keputusan

    4. Aliran komunikasi

    5. Iklim komunikasi organisasi

    6. Hubungan antarpersonal (makna & pengertian)

    7. Apa keuntungan & kerugian TI dlm kom.org ?

    8. Apakah teknologi baru mampu merubah pola komunikasi organisasi/organisasi itu sendiri ? Pada wilayah apa perubahan itu terjadi ?

    9. Apakah teknologi komunikasi baru menjadikan organisasi lebih efektif, efisien, lebih produktif, dan lebih responsive?

     

    MACAM MEDIA KOMUNIKASI

    Media tradisional :

    1. Surat tulis

    2. Pertemuan (rapat akbar dll)

    3. Publikasi : pengeras suara

    4. Cara Pengiriman

    Teknologi baru :

    1. Telepon, surat kawat, telegram

    2. Komputer

    3. Handpone

    4. Internet, surat elektronik (e-mail), web dsb

    5. video conferencing, voice messaging, facximile

     

    Dampak teknologi informasi terhadap organisasi

    1. perubahan struktur organisasi,

    2. fungsi kerja dan penempatan sumber
    daya manusia, keahlian teknologi serta

    3. interaksi antarmanusia.


    Implikasi Teknologi baru

    1. Determinisme teknologis

    2. Mampu mengatasi kendala ruang & waktu

    3. Mengubah jarak & wilayah komunikasi seseorang

    4. mengurangi intensitas tatap muka yang terjadi dalam organisasi (mengurangi tingkat pengertian antar manusia dalam organisasi)

    5. Mengurangi batas personal, geografis, hierarkhi tradisional, posisional/struktur dalam organisasi & norma organisasi.

    6. Merubah pola komunikasi organisasi.

    7. Merubah praktik kerja, kebiasaan kerja.

    8. Memungkinkan membentuk kembali proses & struktur organisasi.

    9. Memudahkan dalam mengenali isu & masalah

    10. Memungkinkan terjadinya saling ketergantungan tugas dan sumber daya pada anggota organisasi (Rice:1992)


    Hipotesis O` Connell

    Yang berhubungan dengan peranan teknologi dan pengaruhnya dalam komunikasi organisasi:

    1. Kesempatan untuk hubungan tatap muka akan hilang dan informasi berdasarkan isyarat nonverbal berkurang. Akibatnya, kesempatan berbagi informasi secara acak dan spontan berkurang pula. Paramanajer harus menyusun kerja dan relasi untuk menyediakan kesempatan tatap muka yang lebih banyak (melalui teks dan simbol).

    2. Akan lebih banyak pesan-pesan informal dan memotong hierarki karena
    pembenaran terhadap format baru yang muncul sebagai proses alamiah jaringan
    elektronik. Struktur organisasi dan alur informasi formal akan didefinisi
    ulang.

    3. Dampak saluran berarti bahwa pesan-pesan berdampak dan bernilai akan menurun. Data digital dengan konteks dan interpretasi minim adalah aturannya. Akibatnya, pengambilan keputusan akan terganggu daripada terbantu. Ketidakjelasan dalam menginterpretasi informasi akan meningkat dan kualitas keputusan menurun karena kurangnya pemahaman konteks dan nilai organisasi. Organisasi harus bekerja lebih keras dalam mengkomunikasikan sejarah dan nilai-nilai organisasi. Para manajer harus mencari cara baru untuk mengkomunikasikan komponen afektif dari pesan-pesan. Gayapengambilan keputusan yang baru dan lebih baik juga perlu.

    4. Kepercayaan akan mempunyai peranan yang berbeda dalam komunikasi.
    Kepercayaan akan muncul seiring dengan kebersamaan pengalaman, nilai-nilai,
    memberi dan menerima dan sebagai hasil komunikasi antarmanusia. Hadirnya
    satelit, e-mail, dan jaringan komunikasi elektronik lainnya dapat mengurangi
    dimensi kepercayaan yang selama ini kita telah terbiasa. Jaringan komunikasi baru dapat saja menggantikan peranan ini.

    5. Komputerisasi menghadapkan pada disiplin untuk berpikir linear. Data terproses dalam kerangka kecepatan sesuai kemajuan perangkat teknologi. sebagai konsekuensinya, manusia menjadi tak sabar dan rasa toleransi berkurang terhadap gaya individu berkomunikasi. Organisasi dapat pula menjadi berkurang toleransinya terhadap pegawai yang tidak berpikir atau beranggapan dalam mode linear. Mereka harus mencari cara untuk mendukung dan melindungi pemikiran serta komunikasi yang bersifat nonlinear.

    6. Harapan akan kinerja adalah berdasar pada kondisi machine driven. Dengan penyesuaian kita terhadap kecepatan dan ketepatan komputer, kita mungkin
    mengharap para pegawai mempunyai kualitas dan menghasilkan dengan cara yang mirip. Para pegawai dalam organisasi dapat menganggap permintaan ini sebagai hal yang tak manusiawi dan memaksa. Serikat kerja dapat mengangkat lingkungan kerja seperti itu sebagai persoalan. Maka organisasi harus mendefinisikan dan menggunakan standar kinerja yang sesuai dengan kondisi baru.

     

    FAKTOR ADOPSI TEKNOLOGI PADA ORGANISASI

    1. Persepsi anggota thd medium baru & tingkat SDM

    2. Nilai-nilai, norma & budaya

    3. Interaksi anggota (pola hubungan antar pribadi)

    4. Pola pengambilan keputusan/ pemrosesan informasi dalam kelompok