• Dinamika Kelompok

    Date: 2014.04.05 | Category: Uncategorized | Tags:

    DINAMIKA KELOMPOK

    Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si

     

    Pengertian

    Interaksi antara kebutuhan2 perorangan, tujuan & peranan kelompok, norma2, & konflik dalam berfungsinya kelompok

     

    REALITAS DALAM KELOMPOK

    1. Peranan/ kegiatan yg dilaksanakan oleh anggota kelompok
    2. Norma2 / perbedaan dlm status yg tumbuh ketika para anggota berinteraksi
    3. Konflik yg muncul dari tekanan untuk bersaing/kerja sama

     

    TUJUAN DINAMIKA KELOMPOK

    1. Untuk mempertahankan kelompok/tim agar tetap utuh & berfungsi lancar (soliditas & solidaritas)
    2. Untuk mempertahankan agar kelompok/tim melaksanakan pekerjaan yg mereka hadapi (problem solving)

     

    TAHAP PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF

    1. Forming phase (uji coba)
    2. Storming phase (pengenalan)
    3. Norming phase (pembinaan hubungan)
    4. Performing phase (kesepakatan)
    5. Maturity phase (saling memahami)

     

    Forming phase

    • Pada tahap ini disebut juga dengan tahap uji coba,
    • tahap ini masing‑masing individu masih belum saling mengenal dengan baik (tahap awal perkenalan individu) dan
    • masih mencoba untuk saling mendekati diri agar dapat saling mengenal antar individu.
    • Pada tahap ini masih ada “ego”, perasaan dirinya merasa “lebih” dari yang lain.

     

    Storming phase

    • Dalam tahap ini individu‑individu sudah mulai mengenal yang lain, sehingga muncul beberapa hal yang menurut dirinya tidak ideal seperti yang dia inginkan,
    • muncul konflik/masalah dalam hubungan antar pribadi.
    • Maka pada tahap ini individu/ kelompok mulai mencoba mengatasi kericuhan dalam tubuh sendiri.

     

    Norming phase

    • Yaitu tahap masa percobaan dalam membina hubungan antar individu.
    • Konflik sudah dapat diatasi & mampu melihat konflik sbg kebutuhan untuk melihat dari berbagai segi.
    • Pada tahap ini masing‑masing individu mulai mencoba menjalin hubungan yang baik
    • membuat kesepakatan bersama tentang nilai‑nilai yang mungkin dalam melanggengkan kerja dalam kelompok tersebut.
    • Mulai berbagi perasaan, gagasan, umpan balik, mulai merasa cocok dengan lingkungan.
    • A Happy circle, terikatan moral, interaksi tinggi

     

    Performing phase

    • Setelah antar individu terjadi kesepakatan dan mulai mengenal dengan baik serta mulai memahami dan menghargai antar karakter dan posisi masing‑masing, maka disinilah mulai terlihat efektifitas saling bekerja sama.
    • Mengembangkan proses pelaksanaan tugas
    • Ada dukungan untuk mencoba-coba cara alternatif
    • Anggota tim saling bergantung & mandiri.

     

    Maturity phase

    • Tahap kedewasaan yang ditandai dengan upaya saling memahaini, menghargai, membantu, unjuk kerja secara positif, dan selalu melakukan sesuatu yang terbaik dan memberikan kemanfaatan yang banyak untuk orang lain.
    • Pada tahap ini budaya organisasi (culture of organisation)positif akan tercipta dengan baik.
    • Pelaksanaan aktifitas kerja tim terstruktur, terkoordinir dan terdistribusikan dengan baik berdasar kemampuan masing‑masing yang setiap midividu berupaya terbaik untuk saling memahami, membantu dan saling memberikan yang terbaik untuk yang lain (Mutual simbiolism)

     

    SYARAT PEMBENTUKAN KELOMPOK

    • Adanya ketergantungan yang sifatnya positif (positive interdependency).
    • Keandalan individu (individual accountability).
    • lnteraksi langsung (face-to-face interaction).
    • Ketrampilan kerjasama (collaborative skills).
    • Proses kelompok (group processing).

     

    Janis’ Theory of Groupthink

    suatu cara yang cepat dan mudah untuk merujuk pada sebuah cara berfikir yang dipakai oleh orang (anggota kelompok) saat mereka terlibat secara mendalam di dalam sebuah in-group yang kompak (kohesif), bila usaha-usaha para angotanya untuk mencapai kesepakatan mengalahkan motivasi mereka untuk secara realistik memperhitungkan tindakan-tindakan alternatif

     

    Groupthink Ditandai Oleh Beberapa Gejala

    1. Ilusi ketidakrentanan (illusion of invulnerability),
    2. Rasionalisasi tindakan (rationalize),
    3. Penanaman moralitas (inherent morality),
    4. Stereotyped
    5. Tekanan langsung (direct pressure)
    6. Penyensoran diri (Self-censorship) dari ketidaksepakatan.
    7. Ilusi kesepakatan (illution of unanimity)
    8. Munculnya pengawal pikiran (mindguards)

     

    PERANAN FUNGSIONAL TIM

    a. PERANAN TUGAS

    Menawarkan gagasan, metode, rencana, meminta informasi & pendapat, mendorong orang untuk maju, menangani tugas sesuai prosedur.

    b. PERANAN PEMELIHARAAN

    Memberi pujian, menunjukkan kehangatan, menengahi perbedaan, mendengarkan orang lain, menerima keputusan kelompok, humor, andil dalam tim, berkontribusi.

    c. PERANAN MENGGANGGU

    Menentang, menghambat, menyerang kedudukan, memaksakan superioritas untuk mengendalikan, mengolok-olok, membujuk, kelakar tidak sopan dsb