• MCP4 – Corporate Identity

    Date: 2014.04.05 | Category: Manajemen Citra | Tags:

    CORPORATE IDENTITY

    Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si

     

    • Identitas : ciri khas / atribut yang melekat pada sesuatu yang menjadi pembeda dengan sesuatu lainnya.
    1.  Identitas adalah simbolisasi ciri khas yang mengandung diferensiasi dan mewakili citra organisasi. Identitas dapat berasal dari sejarah, filosofi/visi/cita-cita, misi/fungsi, tujuan, strategi atau program.
    2.  Identitas perusahaan : ciri khas yang yang diproduksi oleh perusahaan untuk disampaikan kepada khalayak sebagai pembeda dengan perusahaan lainnya
    • Identitas (korporat, produk, merek) adalah apa yang disampaikan oleh penyampai pesan (sender).
    • Citra adalah persepsi terhadap identitas yang disodorkan oleh penyampai pesan. Jadi citra korporat adalah persepsi khalayak terhadap (identitas) korporat.
    • Manajemen citra (image management) adalah bagaimana memanajemeni persepsi (perception management) khalayak sasaran.
    • Identitas korporat merepresentasikan eksistensi organisasi, merangkum sejarah, kepercayaan, filosofi, teknologi, sumber daya manusia, nilai-nilai etis dan kultural, serta strategi organisasi. Sebagai pembeda (uniqueness),
    • Identitas korporat menunjukkan definisi dan identifikasi karakter atau personalitas organisasi. Identitas korporat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari corporate branding.

    Dengan demikian, identitas korporat harus mencerminkan konstruk yang positif, kuat, dan memberi impresi yang membekas dan dalam.

    •  Nama, logo, slogan, akronim dan maskot
    •  Sistem grafis dan elemen visual yang standar: warna, gambar, bentuk huruf dan tata letak.
    •  Aplikasi pada media resmi (official) dan media komunikasi, publikasi dan promosi (komersial)
    •  Identitas korporat juga terkait dengan setiap interaksi yang melibatkan organisasi, tidak saja dengan klien atau pelanggan, tetapi juga investor, kompetitor, dan bahkan karyawan.

    UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS, menurut Albert dan Whetten (1985)

    • Fundamental
    • Visi (nilai, tujuan, filosofi, standar)
    • Unik, Hal ini berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk membangun kekhasan organisasinya agar berbeda dengan pesaingnya bahkan menjadi yang terunik di industri tersebut
    • Konsisten yaitu kemampuan organisasi mempertahankan atribut-atribut khasnya secara berkesinambungan mulai sejak beroperasi hingga bertahannya organisasi tersebut melayani pasar
    • Posisi Identitas Perusahaan Dalam Pembentukan Citra & Reputasi

     

    CORPORATE IDENTITY = CORPORATE BRANDING

    Corporate Branding

    • Brand experience, pengalaman yang dibentuk oleh perusahaan terhadap khalayak dalam berinteraksi dengan merk perusahaan
    • Brand image : citra yang dibangun dalam alam bawah sadar konsumen melalui informasi dan ekspektasi yang diharapkan melalui produk atau jasa
    •  Brand management : Seni dalam membangun dan mengelola merk

    Nama atau merek

    adalah janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada para pembeli. Merek yang baik juga memberikan jaminan tambahan yaitu kualitas.

    Fungsi nama/merek

    • Alat pembeda suatu produk dengan pesaingnya.
    • Alat promosi dan daya tarik produk
    • Alat pembangun citra, pemberi keyakinan, jaminan kualitas dan prestise
    • Alat pengendali pasa

    Kriteria nama/merek

    • Khas atau unik (mengandung diferensiasi)
    • Menggambarkan manfaat, kualitas dan servis produk
    • Mudah dikenal dan diingat
    • Tidak mengandung arti yang buruk/berasosiasi negatif/rancu.
    • Dapat menyesuaikan diri (adaptable) dengan perubahan (changes).

    MENGAPA IDENTITAS BERUBAH ?

    • Spirit Perubahan internal organisasi:
    • Perubahan nama, visi, misi, strategi atau program
    • Perubahan Stakeholder
    • Perubahan Tata Kerja, Budaya Kerja
    • Adanya kesulitan dalam aplikasi logo lama

    Spirit Perubahan eksternal organisasi:

    • Trend/jaman/teknologi/tuntutan masyarakat/pasar
    • Image negatif organisasi lama di mata masyarakat
    • Untuk mempertahankan tradisi, senioritas dan konsistensi organisasi di tengah-tengah perubahan