• Pengantar Dasar-Dasar Public Relations

    Date: 2012.02.29 | Category: Public Relations | Tags:

    WHAT IS PUBLIC RELATIONS ?

    Oleh: AKH. MUWAFIK SALEH. S.Sos.,M.Si

     

    BERBAGAI KASUS PR

    1. “FLYING” PILOT LION AIR
    2. KASUS MESUJI
    3. JATUHNYA PESAWAT ADAM AIR
    4. AKUISISI PT. SAMPOERNA OLEH PHILIP MORRIS
    5. MEREBAKNYA FLU BURUNG
    6. MEREBAKNYA KASUS BORAX & FORMALIN (BAKSO, MIE, IKAN)
    7. KASUS SUTET OLEH PLN
    8. KASUS FREEPORT
    9. KASUS LUMPUR LAPINDO

     

    PUBLIC RELATIONS

    “Adalah mengelola komunikasi antara organisasi dan publiknya”.

    “adalah memikirkan, merencanakan dan mencurahkan daya untuk membangun dan menjaga saling pengertian antara organisasi dan publiknya”.

    The British Institute of Public Relations

     

    PUBLIC RELATIONS
    “ Adalah seni dan ilmu pengetahuan sosial yang dapat dipergunakan untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekuensinya,  menasehati para pemimpin organisasi, dan melaksanakan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani, baik untuk kepentingan organisasi maupun kepentingan publik atau umum”.
    The Statemen of Mexico 1978

    Dr. Rex. F. Harlow

    Mengumpulkan definisi PR sejak 1990 – 1976 sebanyak 472 definisi

    PR merupakan fungsi manajemen khusus yang membantu pembentukan dan pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dan masyarakatnya, yang melibatkan manajemen problem, membantu manajemen untuk selalu mendapat informasi dan merespon pendapat umum, mendefinisi dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat, membantu manajemen mengikuti dan memanfaatkan perubahan dengan efektif, berfungsi sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi kecenderungan, dan menggunakan riset serta komunikasi yang masuk akal dan etis sebagai sarana utamanya”

     

    UNSUR-UNSUR DEFINISI PR

    1. Melaksanakan program terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari manajemen
    2. Menangani hubungan antara organisasi dan masyarakatnya.
    3. Memantau kesadaran, pendapat, sikap dan perilaku di dalam dan di luar organisasi.
    4. Menganalisa dampak kebijaksanaan, prosedur dan tindakan terhadap masyarakat.
    5. Menyesuaikan kebijaksanaan, prosedur dan tindakan yang diketahui bertentangan dengan kepentingan masyarakat dan kelangsungngan hidup organisasi.
    6. Memberi anjuran kepada manajemen perihal pembentukan kebijaksanaan, prosedur dan tindakan baru yang saling menguntungkan terhadap organisasi dan masyarakatnya.
    7. Membentuk dan mengelola komunikasi dua arah antara organisasi dan masyarakatnya.
    8. Menghasilkan perubahan khusus dalam hal kesadaran, pendapat, sikap dan perilaku di dalam dan di luar organisasi.
    9. Menghasilkan hubungan yang baru &/ terpelihara antara organisasi dan masyarakatnya.

     

    A CONCEPTUAL SCHEMA FOR STUDYING PUBLIC RELATIONS

    FUNGSI PR
    Cutlip Center & Canfield

    1. Menunjang aktifitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama.
    2. Membina hubg yang harmonis antara badan dg publiknya
    3. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap organisasi.
    4. Melayani keinginan publik dan memberikan sumbang saran kpd pimpinan manajemen
    5. Menciptakan komunikasi dua arah dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari organisasi ke publiknya

     

    SIFAT PR
    Otis Baskin, Aranoff, Lattimore

    1. PR sebagai fungsi manajemen
    2. PR sebagai komunikasi
    3. PR sebagai alat mempengaruhi opini public

     

    PR DALAM ORGANISASI

    PR dalam dua perspektif :

    1. Art of Communication

    2. State of Being

     

    PR sebagai ciri organisasi modern

    Peran dalam organisasi :

    1. Memonitor public opini

    2. Input kebijakan

    3. Mengkomunikasikan kebijakan

    4. Menfasilitasi Perubahan Organisasi
    PUBLIC RELATIONS = KOMUNIKASI

    KOMUNIKASI : proses penyampaian pengertian antarindividu.

    Komunikasi PR : suatu proses yang mencakup suatu pertukaran makna, pandangan dan gagasan di antara suatu bisnis atau organisasi nirlaba dengan publik-publiknya untuk mencapai saling pengertian.

    Komunikasi PR :
    1. Komunikasi harus melibatkan dua         orang atau lebih.
    2. Komunikasi merupakan pertukaran       informasi        yang    bersifat dua arah.
    3. Mengandung pemahaman.

    Komunikasi baru dikatakan efektif jika suatu gagasan dapat berpindah dari benak seseorang ke benak orang lain.

     

    PR  DALAM OPINI PUBLIC

    Menjaga opini yang menguntungkan (favorable)

    Membangun opini (latent to exist)

    Menetralkan opini yang bermusuhan / tidak menguntungkan (hostile)

    RUANG LINGKUP TUGAS PR

    1. Membina hubungan ke dalam (internal public).

    yaitu : publik yang menjadi bagian dari badan/organisasi itu sendiri. Membangun hubungan baik, motivasi dan sikap positif. (inward looking / orientasi ke dalam)

    1. Membina hubungan ke luar (external public)

    yaitu : publik umum (masyarakat). Yaitu untuk mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran  publik yang positif terhadap lembaga. (outward looking / orietasi ke luar)

    TUGAS PR

    1. COMMUNICATOR
    2. RELATIONSHIP
    3. BACK UP MANAGEMENT
    4. GOOD IMAGE MAKER

     

    PERNYATAAN RESMI TENTANG PR
    DARI PUBLIC RELATIONS SOCIETY OF AMERIKA
    Majelis PRSA, 6 Nopember 1982

    1. Hubungan masyarakat membantu masyarakat kita yang kompleks dan majemuk untuk mencapai keputusan dan fungsi secara lebih efektif dengan menyumbangkan saling pengertian antara kelompok dan lembaga. Hubungan masyarakat berfungsi menyeesaikan kebijaksanaan pribadi dan umum.

    2. Hubungan masyarakat melayani banyak ragam lembaga di dalam masyarakat., seperti bisnis, serikat dagang, badan pemerintah, asosiasi sukarela, yayasan, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga keagamaan. Untuk mencapai tujuan mereka , lembaga-lembaga ini harus membina hubungan yang efektif dengan beragam khalayak atau masyarakat, seperti karyawan, anggota, pelanggan, komunitas setempat, pemegang saham dan lembaga lainnya serta dengan masyarakat secara keseluruhan.

    3. Manajemen lembaga perlu memahami sikap dan nilai masyarakat merka agar dapat mencapai tujuan kelembagaan. Tujuan ini sendiri dibentuk oleh lembaga eksternal. Praktisi hubungan masyarakat  bertindak sebagai penasihat manajemen, dan sebagai mediator yang membantu menerjemahkan tujuan pribadi menjadi kebijaksanaan dan tindakan yang masuk akal serta dapat diterima masyarakat.

    4. Membuat rencana dan menerapkan upayaorganisasi untuk mempengaruhi atau mengubah kebijakan umum.

    5. Menentukan sasaran, membuat rencana, membuat anggaran, menyaring dan melatih staff, mengembangkan fasilitas. Singkatnya, mengelola sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan semua yang diatas.

    6. Contoh pengetahuan dalam praktek profesional hubungan masyarakat mencakup seni komunikasi, psikologi, psikologi sosial, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, dan prinsip-prinsip serta etika manajemen. Pengetahuan serta keterampilan teknis diperlukan untuk penelitian pendapat, analisis masalah-masalah masyarakat, hubungan media, direct mail, iklan kelembagaan, penerbitan, pembuatan film, peristiwa-peristiwa khusus, pidato dan presentasi.